
Jengkol tumbuh subur di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tebo, selain tanaman singkong yang juga berhasil dipanen oleh para guru. Di sekitar area madrasah, terdapat setidaknya empat pohon jengkol yang rutin berbuah setiap musim panen tiba. Buah jengkol yang dihasilkan selalu melimpah, sehingga menjadi salah satu sumber bahan makanan favorit di lingkungan sekolah tersebut.

Jengkol, yang dikenal dengan nama latin Pithecollobium Jiringa, merupakan tanaman polong-polongan khas Asia Tenggara. Meski memiliki aroma yang tajam, jengkol tetap digemari karena rasanya yang unik dan kandungan nutrisinya, seperti protein, kalsium, dan fosfor. Para guru di MIN 1 Tebo kerap memanen jengkol dalam jumlah banyak untuk dibawa pulang dan diolah menjadi berbagai menu masakan, antara lain sambal, gulai, kalio, hingga rendang.

Setiap musim panen, keluarga besar MIN 1 Tebo dapat menikmati hasil kebun jengkol yang tumbuh di area madrasah. Jika hasil panen melimpah dan seluruh pohon berbuah, sebagian jengkol juga dijual agar tidak terbuang sia-sia. Pohon jengkol sendiri dapat tumbuh dengan baik di tanah yang subur, lingkungan lembap, serta mendapat pasokan air dan cahaya matahari yang cukup.

Antusiasme para guru dalam memanen jengkol terlihat jelas setiap musim panen tiba. Dewan guru secara bersama-sama memetik buah jengkol untuk diolah menjadi hidangan lezat yang menjadi favorit di lingkungan madrasah . Tradisi ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga memanfaatkan potensi alam di sekitar madrasah secara optimal.
|
1486x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...